Fahri Hamzah: Jadi Pemimpin Itu Jangan Bertele-tele

Fahri Hamzah
[ ZahirMedia ].  Indonesia saat ini sudah jarang ditemukan figur pemimpin yang percaya diri (confidence), memiliki pemikiran besar dan mampu membuat terbelalak orang-orang di jagat raya ini.

Begitu kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat menjadi narasumber dalam kuliah umum dengan tema “Peran Umat Islam Dalam 20 Tahun Reformasi”di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin, Banten, Kamis (29/3).

“Bahkan pemimpin-pemimpin Indonesia yang ada sekarang, sudah tidak dikutip di luar negeri,” ujarnya. 

Kondisi ini, sambungnya, berbeda saat zaman Soekarno dulu. Saat itu, Soekarno sangat disegani negara-negara, bahkan hingga namanya diabadikan di setiap sudut negeri-negeri tetangga. 

“Berbeda dengan Soekarno. Dulu, namanya  tidak saja cukup dikutip. Tapi  diabadikan  namanya  menjadi nama  jalan, gedung,  termasuk pusat-pusat kebudayaan," kata Fahri Hamzah.

Menurut dia, bentuk penghormatan tersebut diberikan karena Bung Karno merupakan tokoh yang percaya diri dan memiliki pengetahuan luas.

Jadi, sambungnya, seorang calon pemimpin harus melatih dirinya sekuat tenaga, sehingga mengerti konten dari pengetahuan dan struktur kepribadiannya.

"Itu yang paling penting. Seorang pemimpin itu jangan bertele-tele. Sesuatu hal yang mudah malah menjadi diperumit. Sok merasa pinter, padahal kelihatan bodohnya,” tegasnya yang disambut riuh tepuk tangan peserta kuliah umum.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengingatkan bahwa seorang calon pemimpin harus berhati bersih dan harus baik. 

"Makanya salah satu cermin penting untuk menjadi seorang pemimpin yang baik itu adalah berdoa," ujar anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini. [ian]


Sumber : rmol.co