Mendidik Anak Dengan Perilaku Shaleh

Ilustrasi pendidikan anak shaleh


Mendidik anak merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap orangtua. Pendidikan untuk anak harus diberikan sejak dini dengan pola pendidikan formal dan informal. Dalam hal ini orangtua harus memberikan pendidikan dasar yang berkaitan dengan pembentukan karakter anak. Pola pendidikan yang diberikan hendaknya lebih berpedoman pada syariat islam. Sedangkan untuk pendidikan secara umum akan diperoleh anak di lembaga pendidikan seperti sekolah atau lainnya.

Berbicara soal pendidikan anak, di bawah ini kita akan simak cerita seputar pendidikan yang berdasar pada perilaku keshalehan. Mendidik anak dengan perilaku shaleh berdasar pada syariat islam memang sebuah kewajiban bagi para orangtua untuk membentuk karakter dan kepribadian anak sejak dini. Dengan pola pendidikan yang tepat tentu saja anak akan tumbuh dengan akhlak yang shaleh.
Suatu ketika, seorang ayah mengadukan kedurhakaan anaknya kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Khalifah Umar tidak langsung membenarkan pengaduan sang ayah, tetapi ia mengonfirmasi lebih dahulu kepada anaknya. Umar bertanya, "Apa yang menyebabkan engkau durhaka kepada ayahmu?" Si anak balik bertanya: "Wahai Amirul Mukminin, apa hak anak atas bapaknya?" Umar menjawab, "Memberi nama yang baik, memilih ibu yang baik, dan mengajarinya Alquran."

Anak itu berkata mantap, "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ayahku belum pernah melakukan satu pun di antara semua hak itu. Ibuku adalah seorang bangsa Etiopia dari keturunan yang beragama Majusi. Mereka menamakan aku Ju'al (kumbang kelapa), dan ayahku belum mengajarkan satu huruf dari Alquran." Umar pun memberikan peringatan tegas kepada si ayah. "Engkau telah datang kepadaku mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah mendurhakainya sebelum dia mendurhakaimu. Engkau pun tidak berbuat baik kepadanya sebelum dia berbuat buruk kepadamu."

Tidak jarang kenakalan remaja disebabkan lemahnya keteladanan orangtua dalam keluarga, atau malah orangtualah yang mengajarkan ke nakalan itu. Sebut saja potret orangtua yang jauh dari ajaran agama, mela kukan pekerjaan yang ilegal dan haram, suka mencaci dan menzalimi orang lain, hingga retaknya keharmonisan pasangan orangtua karena perselingkuhan, KDRT, dan kejahatan lainnya.
Setiap orangtua mukmin sejatinya memastikan dirinya berupaya menjadi pribadi yang shaleh. Setelah itu, ia ber usaha menjaga lingkungan yang kondu sif untuk perkembangan kepribadian anaknya sekaligus memilih sekolah yang berkomitmen dalam mem bentuk keshalehan peserta didik, bukan ber orientasi pada kognitif saja. Singkatnya, untuk mewujudkan anak shaleh mesti dididik dengan keshalehan orangtuanya.

Siapakah orang shaleh itu? Muham mad Quraish Shihab dalam Tafsir al- Mishbah menjelaskan, shalih terambil dari kata shaluha yang dalam beberapa kamus bahasa Arab sering dijelaskan sebagai antonim dari kata fasid atau 'rusak'. Kata shalih diartikan sebagai 'tiadanya atau terhentinya keburukan'. Shalih juga bermakna sesuai dan bermanfaat. Dengan demikian, orangtua yang shaleh adalah mereka yang selalu berbuat baik dan memberikan manfaat. Perkataan, tindakan, dan perbuatannya tidak menimbulkan kerusakan bagi diri, keluarga, dan masyarakatnya.

Dalam makna lain, setiap kita harus memiliki keshalehan ritual dan keshalehan sosial. Jika orangtua memiiki keshalehan ritual dan sosial yang melekat pada pribadi dan karakternya secara konsisten, maka ia menjadi model utama dalam membentuk pribadi anak shaleh.

Menanamkan keshalehan pada anak memang penting. Melalui pola perilaku pendidikan dengan keshalehan adalah salah satu pondasi untuk membentuk pribadi anak yang lebih baik di masa mendatang. Pole pendidikan yang berpedoman pada syariat islam dan kebaikan adalah salah satu hal yang harus dipahami oleh setiap orangtua.

Bahkan perilaku orangtua harus mencerminkan pribadi yang baik sebagai bagian dari pola pendidikan untuk anak. Dengan berperilaku baik di hadapan anak dan memberikan contoh yang positif maka inilah salah satu cara membentuk anak yang shaleh. Penuhi hak-hak anak dan terapkan pola pendidikan keshalihan maka anak akan tumbuh dengan jiwa positif yang lebih baik.