Pemimpin Amanah Membawa Berkah

Ilustasi pemimpin amanah



[ ZahirMedia ]. Jabatan tinggi dalam pekerjaan tentu saja menjadi dambaan setiap orang. Jabatan merupakan sebuah amanah yang harus diemban dengan baik. Menyia-nyiakan jabatan berarti mengkhianati sebuah kepercayaan. Penggunaan jabatan di jalan yang seharusnya tentu saja akan memberikan berkah. Namun jika sebaliknya akan menjadi sebuah bencana. Dalam sebuah hadits dari Ibn Umar RA, Rasulullah SAW bersabda “Ketahuilah setiap orang dari kamu merupakan pemimpin, dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang yang dipimpinnya.”

Contoh kecilnya saja dalam lingkungan keluarga bahwa laki-laki adalah pemimpin untuk keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya kelak. Seroang wanita adalah pemimpin untuk rumah suami dan anaknya, kelak nanti akan dimintai pertanggungjawaban atas semua itu. Bahkan seorang hamba juga pemimpin atas harta tuannya sehingga akan dimintai pertanggungjawaban.

Dalam hadits juga sudah cukup jelas "Ketahuilah masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban"(HR Imam Muslim). Selain itu, dari Ma’qil bin Yasar berkata, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang yang diberi amanat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, lalu mati ketika sedang menipu rakyatnya, maka Allah mengharamkan surga baginya" (HR Imam Muslim).

Dari hadits diatas bisa diambil banyak pelajaran untuk kita semua. Pertama, menjadi seorang pemimpin merupakan salah satu cara untuk menabung pahala. Seorang pemimpin dengan kebijakan yang disenangi oleh rakyat dan bisa menyelesaikan permasalahan rakyatnya adalah sebuah kesuksesan bagi seorang pemimpin.

Pemimpin yang membuat rakyat sengsara, terzalimi, petani menderita, kebijakan tidak tepat sasaran dan lain sebagainya maka ini merupakan salah satu bukti pemimpin yang tidak sukses. Rakyat yang menderita atau terzalimi dengan kebijakannya, maka hal ini akan berdampak terhadap kepemimpinannya yang menjadikan kesan pemimpin yang di benci.

Kedua, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang minim konflik terhadap kebijakannya dalam segi social, ekonomi ataupun dalam hal lingkungan hidup. Jika banyak kebijakan yang di tentang rakyat maka hal ini tentu saja ciri pemimpin yang tidak sukses.

Ketiga, tidak ada korupsi dalam kepemimpinannya. Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini kegiatan korupsi sangat merajalela di kalangan pemimpin bawah dan pemimpin Negara. Banyak pemimpin yang tertangkap dalam kasus korupsi sebagai bukti pemimpin yang merampas hak-hak rakyat. Pemimpin sukses tentu saja tidak pernah terlibat dari kasus memalukan seperti ini.

Keempat, Pemimpin yang sukses tentu saja akan mendapatkan pujian yang membanggakan dari rakyatnya. Pemimpin yang sukses tidak harus meminta di puji namun pujian akan berdatangan dari rakyat karena kesuksesan dalam kepemimpinan yang dilakukannya. Rakyat secara tidak langsung akan merasakan dampak baik dari kepemimpinan yang diberikan oleh pemimpin tersebut.

Kelima, Pemimpin yang amanah akan senantiasa mendapatkan berkah untuk dirinya dan apa yang di pimpinnya. Hal ini akan sangat terasa dampaknya dengan minim bencana, minim konflik dan segala jalan kehidupan berlangsung dengan sangat baik. Kondisi ini tentu saja akan membentuk sebuah bangsa yang berkembang dan terhindar dari bencana.

Keenam, pemimpin yang amanah tentu saja akan menepati setiap janjinya untuk rakyat. Menipu dan mengabaikan janji merupakan pengkhianatan terbesar bagi rakyat. Tidak ada keberkahan atas hal tersebut jika pemimpin berlaku seperti itu. Pemimpin yang amanah merupakan pemimpin yang menjalankan kepemimpinan berdasarkan pada kepentingan Agama, sehingga membawa amanah yang akan memberikan keberkahan.