Save Slamet, Stop Pembangunan PLTPB!



[ ZahirMedia ].  Pemuda Rantau Gunung Slamet, Jawa Tengah, bergerak menolak Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) milik PT Sejahtera Alam Energy (SAE) di arena car free day di Jalan Thamrin, Jakarta, Minggu pagi (25/3).

Mereka resah karena dampak dari proses pembangunan PLTPB membuat air sungai berubah menjadi keruh, pohon besar ditebangi, hewan liar masuk ke pemukiman warga dan terjadi banjir besar. 

"Kita harus menyelamatkan Gunung Slamet," ujar seorang lelaki dengan memakai kaos hitam menggunakan mikrofon. 

Sepanjang November 2016 sampai Maret 2017 telah terjadi pencemaran air sungai di kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas dan hulu sungai Krukut berubah warna menjadi merah kecoklatan.

Hal tersebut terjadi karena dampak limbah PLTPB PT. SAE yang mengandung racun Arsenik, Antimon, dan Boron. Sehingga para warga yang memanfaatkan air sungai untuk mencari nafkah terganggu. 

Selain itu pembangunan PLTPB oleh PT. SAE melakukan pengeboran yang menyebabkan gempa minor sebesar 3,4 sampai 5 skala richter sehingga membuat bangunan retak-retak. 

Pemuda rantau dari lima kabupaten yakni Banyumas, Tegal, Purbalingga, Brebes, Pemalang ini pun meminta proses pembangunan PLTB PT. SAE dihentikan. 

"Stop proses pembangunan PLTB, cabut izin dan usir PT SAE," tukasnya.

Dalam aksinya mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Save Slamet; Stop Pembangunan PLTPB Di Gunung Slamet, Usir PT SAE".

Sumber : rmol.co