#GantiPresiden2019 Tidak Bertanggung Jawab Dan Bukan Jawaban

Ilustrasi/Net

[ ZahirMedia ].  Pendaftaran pemilihan presiden (Pilpres) 2019 akan dilakukan awal Agustus tahun ini dan pemungutan suara digelar April tahun depan.

Semakin dekatnya tahapan Pilpres membuat suhu politik tanah air semakin hangat. Dan situasi semakin memanas karena "rebutan" cawapres untuk pendamping petahana Joko Widodo.

Ditambah, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang disebut-sebut rival kuat Jokowi belum juga mendeklarasikan diri. Alasanya, belum ada mitra koalisi seperti PKS atau PAN yang serius memberi dukungan.

Sementara itu, saat ini sedang ramai terutama di media sosial dorongan agar muncul Presiden baru pada Pilpres mendatang. Dorongan itu misalnya lewat kampanye dengan hastag #2019PresidenBaru dan #GantiPresiden2019.

Hastag atau tagar yang kedua yaitu #GantiPresiden2019 disebut-sebut cenderung tidak bertanggung jawab dan bukan jawaban. Pasalnya, kalau hanya sekedar mengganti Presiden, tidak memperhatikan penyelesaian masalah, ya sama saja bohong.

Sementara tagar #2019PresidenBaru relatif bisa diterima. Namun, kampanye tagar ini tidak berhenti pada Presiden baru saja. Harus dijabarkan apa Presiden baru itu. Misalnya, gagasan, pendekatan, gaya dan visi misi harus berbeda dengan yang sekarang.

Intinya, Presiden baru yang lahir dari Pilpres 2019 bukan sekedar baru secara fisik, tapi baru akan gagasan dan pendekatan terutama menyelesaikan permasalahan bangsa di bidang ekonomi. [rus]


Sumber : rmol.co