Gerindra: Sukmawati Belum Bisa Nikmati Kesyahduan Alunan Azan

Sukmawati Soekarnoputri/Net
[ ZahirMedia ].  Umat muslim diminta untuk tidak terpancing dengan penggalan awal puisi 'Ibu Indonesia' yang dibacakan salah satu pentolan PDI Perjuangan, Sukmawati Soekarnoputri.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mujahid menyebut putri Bung Karno itu tidak paham ajaran Islam. 

"Sukmawati belum bisa menikmati keindahan dan kesyahduan alunan azan dan alunan ayat Alqur'an," ucap Sodik kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/4).

Lanjut politisi Partai Gerindra itu, tidak seharusnya membenturkan suatu budaya dengan agama. Sikap merendahkan syariat itu dinilainya bakal memancing ketersinggungan suatu umat beragama.

"Bagi orang beriman, mukmin-muslim, syariat seperti azan dan ayat Al quran, kedudukan dan keindahannya di atas budaya seperti kidung. Orang mukmin sedang apapun menghentikan kegiatannya ketika mendengar azan dan bergerak ke mesjid. Itulah posisi azan bagi orang mukmin. Ribuan orang mukmin bisa menangis ketika mendengar adzan dan ayat Alqur'an," tegasnya.

Ditanya adanya unsur penistaan agama dalam puisi adik Megawati Soekarnoputri tersebut, Sodik menjawab diplomatis.

"Saya tidak sebut penistaan agama. Tapi kedangkalan beragama yang beda dengan ayahnya Bung Karno. Walau beliau nasionalis secara politis, tapi Bung Karno dalam pemahaman syariatnya (sangat baik)," demikian Sodik.

Penggalan awal puisi 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati memancing kecaman dari warganet. Potongan videonya juga telah beredar luar. 

Sukmawati membacakan puisinya tersebut dalam pergelaran Indonesian Fashion Week, dalam segmen Sekarayu Sriwedari menyambut 29 tahun karya Anne Avantie. Sejumlah tokoh wanita Indonesia hadir dalam kegiatan itu, seperti Titiek Puspa, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, juga Ibu Shinta Abdurrahman Wahid.

Berikut isi lengkap puisi 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati:
 
Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat 
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya
.[wid] 


Sumber : rmol.co