'Lontaran Kasar Anggota DPR Berdampak Negatif Pada Pemilu'

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menyesalkan Calon Hakim Agung yang diusulkan oleh Komisi Yudisial (KY) jauh dari kriteria Komisi III DPR RI.
Foto: DPR RI
Komisi VIII diminta menginisiasi pertemyab dab klarifikasi dengan memanggil Arteria

[ ZahirMedia ].  Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia menyatakan keprihatian yang disampaikan oleh Arteria Dahlan yang mengumpat Kementerian Agama. Penyampaian kata tersebut tidak patut diucapkan olehseorang pejabat publik.
Ketua Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia, Khalilurrahman mendesak kepada Komisi VIII selaku mitra kerja Kementerian Agama untuk menginisiasi pertemuan dan klarifikasi dengan memanggil Arteria Dahlan. "Ke hadapan Komisi VIII serta menghadirkan pihak Kementerian Agama untuk mendengarkan langsung apa maksud dan tujuan Bapak Arteria Dahlan menyampaikan kata yang tidak patut kepada Kementerian Agama," ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Jakarta, Senin (2/4).

Ia mengimbau kepada segenap keluarga besar alumni petugas haji dimana pun berada agar menahan diri, tidak tepancing emosi atas peristiwa tersebut sampai adanya penjelasan resmi dari Arteria Dahlan di hadapan komisi VIII dan pihak Kementerian Agama.
"Kami juga meminta Arteria Dahlan untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Agama RI dan Seluruh ASN Kementerian Agama se-Indonesia melalui media cetak dan elektronik atas ucapan tersebut," ungkapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga meminta PDIP selaku partai asal Arteria Dahlan memberikan teguran atas perilaku yang tidak etis dan telah menjatuhkan harkat dan martabat PDIP, bisa berdampak negatif pada pemilu mendatang.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nafis menyarankan Arteria Dahlan dapat mengajari dan memberi contoh yang terhormat. Sebaiknya wakil rakyat itu meminta maaf kepada Kementerian Agama dan masyarakat Indonesia.
"Jika diulang-ulang bahasa tak santun di lembaga terhormat itu saya khawatir masyarakat tak lagi menaruh hormat," ucapnya.

Sumber : republika.co