Ribuan Aparat Disiapkan Jaga Aksi 64 Tentang Sukmawati

Sebanyak 6.500 aparat gabungan dari Polri dan TNI akan mengamankan unjuk rasa Aksi Bela Islam 64 menuntut Sukmawati Soekarnoputri diadili terkait puisinya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

[ ZahirMedia ]. Ribuan aparat gabungan dari Polri dan TNI akan mengamankan unjuk rasa Aksi Bela Islam 64 menuntut Sukmawati Soekarnoputri diadili terkait puisinya. Puisi berjudul "Ibu Indonesia" dianggap menistakan agama.

Massa aksi bakal menuntut pihak kepolisian segera menangkap dan mengadili Sukmawati. Demo tersebut akan digelar di depan Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat. Sementara titik kumpul massa aksi dipusatkan di Masjid Istiqlal. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan sebanyak 6.500 aparat gabungan akan diturunkan untuk pengamanan aksi tersebut. Pengamanan sebanyak itu mengingat estimasi massa aksi yang diperkirakan sekitar 1.000 orang. 

"Pengamanan sekitar 6.500 personil gabungan dari Polri-TNI. Estimasi massa aksi sendiri sekitar 1.000 orang," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/4).

Argo mengatakan Aksi Bela Islam 64 akan dilakukan pukul 13.00 WIB usai salat Jumat. Meski demikian pihaknya belum memastikan terkait pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi. 

"Untuk arus lalu lintas pengaturannya situasional," tuturnya. 

Keputusan untuk menggelar aksi didapat setelah PA 212 menggelar rapat internal tertutup di sekretariatnya, Jakarta Timur, pada Selasa (3/4) malam. Usai pertemuan itu, Humas PA 212 Novel Bamukmin mengatakan aksi akan digelar usai salat Jumat.

Sukmawati sendiri telah meminta maaf secara terbuka melalui konferensi pers terkait puisi berjudul "Ibu Indonesia" yang dibacakannya dalam acara '29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018' pekan lalu.

Tak hanya meminta maaf, Sukmawati juga menyambangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menjelaskan maksud puisinya, sekaligus meminta maaf kepada umat Islam yang merasa tersinggung. Sukmawati pun mencium tangan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin sebagai simbol permintaan maaf di Gedung MUI. (pmg) 


Sumber : CNNIndonesia.co