Tempat Shalat Yang Paling Utama Untuk Muslimah



[ ZahirMedia ]. Shalat merupakan salah satu kewajiban bagi umat muslim. Shalat 5 waktu tidak boleh ditinggalkan karema hal ini merupakan salah satu perkara wajib bagi umat muslim dan muslimah. Shalat adalah salah satu amalan yang akan pertama kali dihisab nanti di akhirat.

Kewajiban shalat memang mutlak dan tidak bisa ditawar atau di ganti dengan amalan lainnya. Barangsiapa yang meninggalkan shalat maka siksa api neraka yang akan dia terima di akhirat kelak. Untuk itu kewajiban shalat 5 waktu jangan diabaikan.

Untuk melaksanakan shalat 5 waktu maka ada anjuran melakukan secara berjamaaah di masjid. Shalat berjamaah memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan shalat seorang diri, terlebih jika dilakukan di masjid. Namun bagi perempuan, lebih dianjurkan shalat berjamaah di rumah dibandingkan di masjid.

Dikisahkan oleh Ummu Humaid RA, istri Abu Humaid As-Saidi RA, dia pernah datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, "wahai Rasulullah sungguh saya senang shalat bersamamu".
Rasulullah menjawab, "Aku sudah tahu itu, dan shalatmu di bagian dalam rumahmu lebih baik bagimu dari shalat di kamar depan. Shalatmu di kamar depan lebih baik bagimu daripada shalat di kediaman keluarga besarmu. Shalatmu di kediaman keluarga besarmu lebuh baik daripada shalat di masjid kaummu (perempuan), dan shalatmu di masjid kaummu lebuh baik dari shalat di masjidku."

Menurut hadits yang diriwayatkan Ahmad ini, setelah bertemu dengan Rasulullah, Ummu Humaid pun memerintahkan dibangunkan masjid dibagikan rumahnya yang paling dalam dan paling gelap dan dia shalat disana hingga bertemu Allah (wafat). (HR. Ahmad).

Selain itu, saat melakukan shalat berjamaah, terdapat beberapa ketentuan dalam pengaturan barisannya (shaf). Saat berjamaah, barisan yang paling baik bagi kaum pria adalah barisan terdepan. Sedangkan sebaik-baiknya shaf bagi para Muslimah adalah shaf paling belakang.

Ketentuan tersebut telah dijelaskan langsung oleh Rasulullah SAW melalui hadits yang diriwayatkan Bukhari. Dalam hadits tersebut Rasulullah bersabda, "Sebaik-baiknya barisan laki-laki adalah di depan, dan sejelek-jeleknya adalah di belakang. Dan sebaik-baiknya barisan wanita adalah di belakang dan sejelek-jeleknya adalah di depan." (HR. Bukhari).

Adapun ketentuan lain dalam berjamaah, jika terdapat makmum pria, maka runtutan barisannya adalah laki-laki di belakang imam, kemudian anak-anak laki-laki, baru setelahnya diisi oleh barisan perempuan (paling belakang). Menurut sebagian pendapat, ketentuan barisan ini dapat lebih menjaga kekhusyukan saat menunaikan shalat berjamaah.

Anjuran shalat berjamaah memang diwajibkan untuk semua kaum muslimin terutama laki-laki untuk melaksanakan di masjid. Bagi perempuan tidak masalah menjalankan shalat di rumah sebab yang memiliki kewajiban penuh shalat berjaam di masjid adalah kaum adam atau laki-laki.

Untuk itu dalam melengkapi pahala dalam beribadah maka sebaiknya laksanakan shalat di masjid secara berjamaah. Allah lebih menyukai hamba-Nya yang melaksakanan shalat secara berjamaah di masjid.